Cipayung Plus Palopo Kecam Aksi Terorisme Dan Radikalisme Di Indonesia

Gabungan Organisasi ke mahasiswaan di Kota Palopo Sulawesi Selatan (Sulsel) yang tergabung dalam kelompok Cipayung Plus (PMII, HMI, GMKI, KMHDI, GMNI, PMKRI, IMM dan LMND) akhirnya angkat bicara terkait dengan teror bom yang terjadi di Indonesia bebarapa hari belakangan.

Teror bom, dimaksud oleh sejumlah organisasi ke mahasiswaan itu, seperti yang terjadi di Mako Brimob Kelapa Dua Depok Jawa Barat, menewaskan 5 orang personil Bhayangkara.

Akibat kejadian itu, sejumlah elemen masyarakat, turut mengecam akan aksi tak berprikemanusiaan itu, dimana sejumlah perwakilan organisasi kemahasiswaan yang ada di Kota Palopo melahirkan pernyataan sikap, sebagai berikut.

  1. Mengecam dan mengutuk keras segala bentuk tindakan radikalisme dan aksi terorisme dalam bentuk apapun.
  2. Mengajak seluruh elemen untuk tetap bersama-sama dalam melawan setiap tindakan radikalisme dan anti terorisme.
  3. Mendesak kepada seluruh pihak yang berwenang (Pemerintah Pusat, TNI, POLRI, BNPT, BIN, kementerian Pertahanan) untuk mengusut tuntas dalam menyeleseikan setiap tindakan radikalisme dan aksi terorisme.
  4. Menyerukan kepada seluruh pihak agar tetap melakukan upaya upaya pencegahan daripada tindakan tindakan radikalisme dan terorisme.
  5. Mengajak seluruh elemen lapisan masyarakat untuk tidak memprovokasi dan terprovokasi dalam menyebar fotofoto dan video aksi pemboman yang justru dapat memperkeruh suasana serta tetap menjaga kerukunan antar elemen masyarakat sebagai bentuk pengejewantahan daripada nilai-nilai Bhineka tinggal Ika.
  6. Cipayung Plus kota palopo turut berduka cita dan prihatin kepada korban atas tindakan terorisme oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Related Post