Tanamkan Budaya KALASI PC KMHDI Makassar Gelar Diskusi Cinta Beda Agama dan Beda Kasta

Makassar – Pimpinan Cabang Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (PC KMHDI) Makassar menggelar KALASI (KAjian Lebih ASIkdengan mengangkat tajuk “Cinta Beda Agama dan Beda Kasta” sebagai upaya untuk menanamkan budaya literasi yang lebih asik serta manambah pengetahuan kader sebagai generasi Hindu mengenai kedua hal tersebut, Minggu, (19/01/2020).

KALASI ini dimulai pukul 20.00 WITA hingga 23.03 WITA bertempat di Pura Giri Natha yang diikuti oleh 24 peserta.

Pemateri pada diskusi kali ini adalah salah satu tokoh penggagas dalam pembentukan KMHDI yang ada di Makassar yaitu Pak Nyoman Maker dan dimoderatori oleh ketua bidang kajian  hindu PC KMHDI Makassar Laksmi Gopilawati.

Kegiatan ini diawali nonton video bersama dilanjutkan dengan diskusi dan sesi Tanya jawab.

Setelah menonton video pak Nyoman Maker selaku pemateri memberikan segelintir pengantar mengenai Cinta Beda Agama dan Beda Kasta sebelum dilanjutkan ke sesi diskusi dan Tanya jawab.

“ Berbicara mengenai kasta ini tidak ada kaitannya dengan agama tetapi didalam agama adanya garis horizontal yang merupakan aspek sosial yang sangat erat kaitan dengan kasta. Dan ketika berbicara cinta dan agama. Agama tidak membatasi cinta tetapi agama membatasi perkawinan yang jelas di atur di dalam UU perkawinan” Jelas Pak Nyoman Maker.

Segelintir pengantar dari pemateri dan konten video membangkitkan  semangat peserta yang hadir untuk berdiskusi dan menyuarakan pemahaman mereka mengenai hal tersebut.

Menurut saya pribadi pak, cinta beda kasta ini tidak relevan lagi di era sekarang ini. Mengapa demikian karena dengan melihat sejarahnya cinta beda kasta ini awalnya berasal dari kerajaan Bali dan sekarang itu sudah tidak ada lagi” tanggapan salah satu kader PC KMHDI Makassar Deni Prajaya

Kebanyakan peserta lebih tertarik menanyakan fenomena-fenomana yang terjadi di masyarakat salah satunya mengenai pindah agama akibat cinta beda agama itu sendiri.

” Dikampung saya sendiri pak ! banyak fenomena pindah agama karena adanya perkawinan beda agama itu sendiri. Lalu, dengan adanya fenomena tersebut, bagaimana tanggapan bapak  mengapa dengan mudahnya umat kita berpidah agama ?” Tanya Tuti Dwijayanti anggota PC KMHDI Makassar.

Menyudahi fenomena Pindah agama ini sangatlah sulit. Kita membutuhkan komitmen pada diri sendiri serta mendalami ajaran agama.

”Banyaknya umat kita yang pindah agama ini disebabkan oleh kurangnya pemahaman kita mengenai ajaran agama itu sendiri” Pesan Pak Nyoman Maker.

Diskusi ini diakhiri oleh sesi foto bersama dan Besar harapan  agar terus meningkatkan intensi agar  KALASI ini terus berlanjut.