Bedah Buku ” Sebuah Seni Untuk bersikap bodoamat” oleh PC KMHDI Makassar

Makassar- Pengurus Litbang PC KMHDI Makassar mengadakan bedah buku ” Sebuah Seni Untuk Bersikap Bodoamat” yang bertempat di Pura Giri Natha Makassar(Senin, 05/04/2022).

Kegiatan bedah buku ini dibawakan oleh Ni Kadek Ponia sari sebagai Pemantik, dan Made Widi Aditya sebagai Moderator serta dikiuti oleh pengurus serta kader PC KMHDI Makassar.

” Sebuah Seni Untuk Bersikap Bodo Amat”  merupakan  buku dari Mark Manson. Buku ini terdiri atas 9 bab, dimana setiap bab mempunyai daya tarik tersendiri untuk didiskusikan. Diskusi bedah buku ini berjalan cukup aktif, dapat dilihat dari antusias peserta yang hadir dan mengemukakan pendapat serta pertanyaannya terkait buku yang dibedah malam itu. Hal ini dikarenakan buku yang dibedah mempunyai topik yang cukup menarik dan sesuai dengan realita.

Kebahagiaan itu masalah, mungkin teman teman punya anggapan tersendiri dari kalimat ini” ucap Ponia.

Semua peserta mengungkapkan argumen mereka terkait buku ini.

Kita bisa mendapatkan kebahagiaan setelah menyelesaikan masalah itu sendiri” Komang Trisna selaku peserta.

Menikmati kebahagiaan secara berlebihan akan menimbulkan masalah” ucap Putu Ulan menyambung tanggapan peserta lain.

Tidak hanya sampai itu, perdebatan peserta untuk menyampaikan argumen pun semakin seru ketika memasuki bab ke delapan yaitu ” Pentingnya Berkata Tidak”.dimana menariknya dari bab ini, bisa memancing peserta yang hadir, untuk menyampaikan pikiran mereka.

Jika kamu ingin menilai X, maka kamu harus berani menolak non-X”, ucap Ponia selaku pemantik.

Dari kalimat sana, peserta langsung terpancing untuk menyampaikan argumen mereka.

Dari kalimat tersebut, bisa saya analogikan seperti saat kita hendak memberikan penilaian terhadap minuman teh kotak, maka kita harus abaikan dulu teh gelas. Agar fokus kita hanya ke teh kotak itu” Ucap Ida Sri.

Tapi menurut saya, saat kita menilai sesuatu, haru ada yang kita jadikan patokan terlebih dahulu. Misalkan, saat kita menilai teh kotak, kita harus menilai teh gelas terlebih dahulu, agar bisa membandingkan keduanya” Ucap Made Widi Aditya, menanggapi.

Perdebatan Semakin memanas, peserta lain juga ikut menyampaikan argumen mereka. Kudian salah satu peserta menyampaikan argumennya terkait kalimat yang disampikan Ponia.

Menurut saya maksud dari kalimat itu bisa kita analogikan seperti, saat kita mempunyai janji dengan si A untuk jalan jalan, kemudian kita di ajak untuk jalan jalan lagi dengan si B, maka kita harus berani menolaknya, karena sudah mempunyai janji dengan si A. Maksudnya di sini adalah, kita harus tetap pada komitmen” ucap Narayani, menengahi perdebatan yang ada.

 

Dalam buku ini menjelaskan bagaimana cara kita menjalani kehidupan dan memaknai kebahagiaan dengan sikap bodo amat, dengan setiap hal yang dijelaskan berdasarkan pengalaman dan sejarah yang di tuangkan oleh penulis dalam buku ini  mengenai setiap hal dalam pemaknaan sebuah kebahagiaan dalam hidup kita dapatkan ketika kita lebih mendengarkan diri sendiri, karena hidup itu adalah pilihan dan kebahagiaan kita sendiri yang ciptakan.

Kegiatan ini merupakan kegiatan yang sangat bermanfaat dan positif. Dengan adanya kegiatan ini bisa menambah wawasan kader dan meningkatkan minat baca kader PC KMHDI Makassar. Diharapkan setelah dilaksanakan kegiatan ini, kader KMHDI bisa menerapkan nilai nilai positif yang diambil dari buku ini.