DALAM RANGKA MEMPERDALAM PEMAHAMAN TENTANG AJARAN AGAMA , PC KMHDI MAKASSAR GELAR DISKUSI VIRTUAL DI ERA NEW NORMAL

Makassar-Pimpinan Cabang Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (PC KMHDI)  Makassar melaksanakan diskusi virtual dengan tujuan untuk memperdalam pemahaman mahasiswa hindu  tentang ajaran agama sekaligus mempererat tali silahturahmi antar sesama. Rabu, (03/03/2021).

Tema yang diusung pada diskusi virtual kali ini yaitu “Perjalanan Atma Setelah Kematian” yang diselenggarakan oleh  Bidang Kajian Hindu PC KMHDI Makassar dan diikuti oleh sebanyak 46 peserta, tidak hanya berasal dari Makassar tetapi ada sebagian yang dari Denpasar dan manado. Kegiatan berlangsung kurang lebih 2 jam yaitu dari pukul 19.17 sampai dengan 21.31 WITA via zoom meeting.

Bapak Nyoman Maker selaku pemantik diskusi menerangkan secara rinci bagaimana tahapan atma pada saat memasuki kehidupan setelah kematian berlandaskan pada buku kekawin aji palayon.

“setelah meninggal pada saat upacara ngaben, atma itu dibekali dengan sarana upakara seperti panjang pilang, bubur pirate dan nasi angkep yang diasumsikan sebagai oleh-oleh untuk para penjaga pintu dunis roh, yang pertama yakni batu besar, batu besar ini disimbolkan sebagai ibu pertiwi ini karena manusia ini dilahirkan oleh seorang ibu, dalam buku aji palayon, sang atma menyebrangi rawa-rawa dan meminta pertolongan dengan seekor buaya, nah buaya itu adalah simbol ayah, selanjutnya bertemu dengan adek/kakak saudaranya yang pertama yaitu air ketuban/yehnyem/prajepati lalu keluarlah darah/banaspati, setelah itu lamas/selaput pembungkus bayi dan terakhir yakni ari-ari, dimana 4 saudara kita ini juga akan menemani kita menjalani kehidupan setelah kematian”, jelas beliau

Beliau juga sempat menyinggung bahwa kualitas karma kita juga mempengaruhi jalan yang ditempuh oleh sang atma sebagaimana yang tercantum dalam kitab Upanisad.

“dalam Upanisad, kualitas karma sangat menentukan kemana atma kita akan mengarah,yakni subha dan asubha karma kita. Sebelumnya ada dua dunia yang akan ditempuh yaitu jalan dewa dan pitara, jika semasa hidup kita senantiasa berlaku baik(subha karma)/kualitas karma kita bagus maka dewa yana akan menuntun kita kealam para dewa, sedangkan jika kualitas karma kita kurang baik maka kita akan menempuh jalan pitra yana yang selanjutnya menyebabkan kita mengalami punarbawa/reinkarnasi”, tambah Pak Maker, sapaan akrab beliau.

Kegiatan ini sangat menarik ditandai dengan antusias para peserta yang secara aktif saat sesi tanya jawab dibuka.