Gerakan KMHDI Peduli Bantu Bangkitkan Semangat Masamba

Masamba — Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) se-Sulawesi Selatan melakukan “Gerakan KMHDI Peduli” tahap ke-2 untuk bencana banjir bandang di Masamba, Kabupaten Luwu Utara (03/08).

Sebelumnya KMHDI se-Sulawesi Selatan telah melakukan Gerakan KMHDI tahap ke-1 pada 20-22 Juli 2020 ke beberapa desa yang terdampak banjir yaitu Desa Lara, Malangke Barat, Radda, dan Meli dengan membawa bantuan logistik.

Banjir bandang yang melanda 6 Kecamatan di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan pada hari Senin 13 Juli 2020 menyebabkan banyak korban jiwa. Data 19 Juli, ada 38 orang meninggal dunia, dan 11 orang hilang dan tercatat 14.483 warga yang memutuskan untuk mengungsi.

Gerakan KMHDI Peduli tahap ke-2 yang dilakukan oleh KMHDI se-Sulawesi Selatan pada 03-07 Agustus 2020 ini berfokus pada kegiatan bakti sosial (Baksos) dan pembagian logistik kepada korban bencana. Kegiatan baksos dilakukan di beberapa tempat seperti Sekolah, Rumah Warga dan juga Posko Pengungsian.

Dalam upaya penyaluran bantuan tahap ke-2 ini, KMHDI se-Sulawesi Selatan melakukan penggalangan dana dan menerima bantuan dana dari KMHDI se-Bali, sehingga total dana yang disalurkan sebesar Rp 29.562.000.

Melihat kondisi yang sampai sekarang, hal yang seharusnya menjadi fokus pemerintah kabupaten adalah untuk mempercepat proses pengerukan sedimen sungai agar aliran sungai dapat mengalir kembali pada jalurnya. Kemudian pemerintah juga harus menyediakan tempat layak huni bagi korban bencana banjir bandang agar masyarakat yang terkena dampak banjir dapat kembali beraktivitas. Tambah Gede Sumantra selaku Ketua PD KMHDI Sul-Sel.