Memperingati Hari Pendidikan Nasional PC KMHDI Makassar mengadakan diskusi tentan ‘’Bagaimana Peran Generasi Muda Untuk Menyebar Kesadaran Tentang Pentingnya Pengetahuan Hindu’’

Makassar-Pengurus Litbang PC KMHDI Makassar mengadakan diskusi online melalui Via Zoom mengenai Today’s Topic dengan Teman ‘’Bagaimana Peran Generasi Muda Untuk Menyebar Kesadaran Tentang Pentingnya Pengetahuan Hindu’’  (rabu, 04/05/2022) pada pukul 19:15 – 22:00 Wita.

Kegiatan diskusi ini di bawakan oleh I Made Sukarta, S.KM.,Mkes. Selaku Narasumber I, Deni Krisnadi sebagai Ketua Departemen Sosial Masyarakat PP KMHDI selaku Narasumber II dan Ketut Suardika selaku Ketua Litbang sekaligus moderator pada kegiatan diskusi serta di ikuti oleh kakanda senior, pengurus serta kader KMHDI Makassar.

Dengan tema kali ini bagaimana Peran pemuda dalam menyebar kesadaran tentang pentingnya pengetahuan hindu adalah hal yang sangat penting untuk bisa kita laksanakan apa lagi berpengaruh terhadap minimnya pengajara hindu yang ada di daerah plosok maka orang yang tepat untuk bisa menyebar kesadaran tersebut adalah pemuda melalu organisasi ataupun penyuluhan.

Dalam penjelasan bapak made sukarta selaku narasumber I bahwa masalah kita di umat hindu adalah belum tersedianya tenaga pengajar yang memadai untuk melakukan pendidikan agama di daerah plosok sehingga hal tersebut bisa menimbulkan konvesi agama karna kurangnya pamahaman untuk mereka sehingga banyak dari kita yang menikah dengan agama non hindu. Selain itu pak made juga mengatakan belum tersedia tempat yang refresentif untuk umat hindu sehingga hal tersebuat harus memerlukan perhatian kusus.

“saya sadar bahwa memang masih kurang tenaga pengajar khususnya di daerah plosok untuk memberika kesadaran tentang umat hindu sehingga bagus jika anak muda bisa berperan di situasi saat itu”

Lanjut pada penjelasan Deni Krisnadi selaku narasumber II kekurangan kita banyak maasyarakat hindu belum memahami tentang agamanya sendiri sehingga hal ini sangat berpengaruh kepada lingkungan sekitar bahkan kepada keluarganya sendiri apalagi dengan minimnya pengajar hindu yang ada sekarang di samping itu SDM kita juga yang kurang sehingga di sayangkan sekali jika kita sebagai kaum muda tidak sadar akan hal itu. Deni juga menegaskan langkah yang dapat kita lakukan untuk bisa menyebar kesadaran tersebut dapat kita lakukan melalui KMHDI Mengajar yang sudah dalam tahap pelaksanaan dalam waktu dekat ini di setiap daerah masing-masing.

‘’Kita mendapatkan problematika yang begitu rumit dari masa ke masa tetapi kami dari pusat sadar bahwa anak muda yang harus berperan di kalangan minimnya tenaga pengajar melalui KMHDI Mengajarkan kami laksanakan semua itu’’

Setelah kedua narasumber menjelaskan materinya, diskusi semakin seru kepada peserta yang aktif bertanya

Ayu Mita R selaku ketua PC KMHDI Makassar ikut penasaran dengan diskusi yang berjalan dengan memberikan pertayaan, di kalangan minimnya anak muda untuk belajar tentang agama kita tetapi orang tau ataupun guru kita sendiri bukannya menjelaskan dengan seksama tetapi as always di respon dengan 3 kata simpel yaitu ‘’NAK MULE KETO’’ nah bagaimana kita mau mengatasi hal tersebur karna itu buka jawaban yang konkrit untuk bisa memberika pemahaman kepada mereka.

“pertayaan saya bagaimana pandangan kedua narasumber tentang jawaban yang simpel yang di berikan kepada guru ketia ada anak muda yang ingin bertanya dan langkah apa yang hurus kita lakukan”

Diskusi semakin panas dengan pertayaan dari Putu Wijanga salah satu kader PC KMHDI Makassar, sebagai generasi muda hindu khususnya di KMHDI sudah ada program sebagai generasi penerus hindu dalam menyebarkan betapa pentingnya pengetahuan hindu melalui KMHDI mengajar, menurut pendapat kedua narasumber apa ada program lain yang lebih strategis dalam membagun kesadaran masyarakat hindu dan bagaimana cara mematahkan stigma orang luar betapa mahalnya agama hindu kita ini.

“apakah ada program yang lebih strategis dalam membagun kesadaran masyarakat hindu dan bagaimana cara mematahkan stigma orang luar betapa mahalnya agama hindu kita”

Salah satu pengurus pun ikut berperan aktif dalam diskusi dengan pertayaan yang di ajukan oleh Kadek Sintawaty, memberikan pertayaan bagaimana cara kita sebagai anak muda hindu untuk memberikan teguran kepada teman atau sesama kita agar tidak terjerumus dengan agama lain.

“bagaimana cara kita agar bisa merangkul teman sendiri sehingga tidak terjerumus dengan agama lain”

Diskusi berjalan 3 jam lebih dengan memberikan penjelasan dari semua pertayaan peserta diskusi, maka dengan ini kedua narasumber menekankan betapa pentingnya kita memahami agama kita sendiri agar tidak terjerumus dengan perkataan orang lain

Demikianlah hasil diskusi kali ini harapan kedepannya semoga kita sebagai generasi penerus dapat berperan dengan baik untuk memberikan kesadaran tentang pentingnya pengetahuan hindu unutk di pahami