PC KMHDI MAKASSAR Menggelar Diskusi “Purwaka Sebagai Landasan Perjuangan Organisasi dan Kaderisasi KMHDI” Guna Memberikan Pemahaman Tentang Purwaka sebagai Ideologi KMHDI

Makassar – Pengurus litbang PC KMHDI Makassar mengadakan DUSTA (Diskusi Santai) secara Offline di Pura Giri Natha dengan Tema “Purwaka Sebagai Landasan Perjuangan Organisasi dan Kaderisasi KMHDI”  (minggu, 29 mei 2022) pada pukul 20:00-23:00 Wita.

Kegiatan diskusi ini di bawakan oleh Gede Sumantra, AMd sebagai ketua departemen Kaderisasi PP KMHDI serta  Komang Trisna Handayani selaku moderator yang memandu jalannya kegiatan diskusi ini.

Dengan tema yang di bahas Purwaka Sebagai Landasan Perjuangan Organisasi dan Kaderisasi KMHDI dimana kader KMHDI diberikan pemahaman tentang purwaka sebagai ideologi atau landasan kita dalam melakukan pengabdian terhadap umat Agama dan Negara.

Gede Sumantra selaku  narasumber memberikan pandangan bahwa perjalanan kita dalam KMHDI berlandaskan ideologi kita yaitu PURWAKA dimana kita harus sadar bagaimana dinamika  persoalan bangsa yang terjadi saat ini serta kita harus bisa menanggapi dengan bijak.

“harapan saya besar agar teman-tema bisa  memahami purwaka ini secara  mendalam ketika bertindak menghadapi persoalah bangsa yang terjadi’’

Diskusi  berlanjut dengan tanggapan dari salah satu peserta kanda Gede Jarika, setiap individu dari masyarakat Indonesia memiliki kebebasan untuk berpendapat dan bertindak bagaimana jika semua itu tidak di tuangkan dalam aturan kita atau di rampas dalam keseharian bagaimana tindakan kader KMHDI untuk bisa menanggapi masalah tersebut

“bagaimana upaya kader KMHDI untuk mengatasi permasalahan tentang kebebasan individu itu sendiri”

Perbincangan semakin hangat hingga pukul 22: 30 dari tanggapan bli jordi bahwa penerapan peraturan yang ada di negeri kita belum adil untuk masyarakat makanya  kita sebagai mahasiswa perlu menyikapi hal tersebut dengan landasan yang kuat untuk menyikapi permasalahan yang ada.

“dengan melihat masalah yang ada saya ingin kader KMHDI kritis menanggapi masalah tersebut tapi dengan landasan yang kuat dan jelas”

Diskusi berjalan hingga 4 jam lebihnya dengan penjelasan dari narasumber bahwa kader KMHDI harus  bisa memahami ideologi kita dan bisa menerapkan dalam kehidupan nyata untuk bisa menyikapi permasalahan yang ada dalam bangsa kita.